- 10.20 - 0 komentar
hana caraka versi ciputat
tengah malam tanggal 11-12 maret...
pintu kantor cabang pmii diketuk, buset deh... sesosok tubuh kekar muncul dibalik pintu. waduh anak menwa nih.. tanpa banyak basa-basi dandengan suara mezzo sopran dia minta kader pmii yang juga kader menwa berinisial P ikut bersamanya menuju markas. eit! tunggu dulu. ketua cabang menolak kadernya untuk dibawa. alasannya apalai kalo bukan keamanan kader. akhirnya, tu kader militer dan kader pergerakan beradu mulut. sang provost merasa bahwa dia harus menyelesaikan misi dengan membawa kadernya menuju markas. anak gerakan juga ga mau kalah. lebih dari satu jam mereka berdebat hingga akhirnya ada keputusan ketua cabang bahwa kadernya boleh pergi tapi harus ditemani olehnya. (ane akhirnya nunggu dicabang ga tau apa yang terjadi..). nah mereka pulang.. alhamdulillah pada dateng pake senyuman.. ternyata semua hanya salah faham.. si kader yang diperebutkan itu ternyata cuma mau diajak rapat. intinya, provost menjadi seorang kader militer yang merasa bahwa dia punya tugas menemput dan harus berhasil. sementara kader gerakan atas nama solidaritas dan tanggung jawab organisasi berhak menaga keamanan kader. jadi inget cerita legenda dua ajudan ksatria yang berebutuntuk menjaga tanggung jawab hingga mereka berduameninggal...
pintu kantor cabang pmii diketuk, buset deh... sesosok tubuh kekar muncul dibalik pintu. waduh anak menwa nih.. tanpa banyak basa-basi dandengan suara mezzo sopran dia minta kader pmii yang juga kader menwa berinisial P ikut bersamanya menuju markas. eit! tunggu dulu. ketua cabang menolak kadernya untuk dibawa. alasannya apalai kalo bukan keamanan kader. akhirnya, tu kader militer dan kader pergerakan beradu mulut. sang provost merasa bahwa dia harus menyelesaikan misi dengan membawa kadernya menuju markas. anak gerakan juga ga mau kalah. lebih dari satu jam mereka berdebat hingga akhirnya ada keputusan ketua cabang bahwa kadernya boleh pergi tapi harus ditemani olehnya. (ane akhirnya nunggu dicabang ga tau apa yang terjadi..). nah mereka pulang.. alhamdulillah pada dateng pake senyuman.. ternyata semua hanya salah faham.. si kader yang diperebutkan itu ternyata cuma mau diajak rapat. intinya, provost menjadi seorang kader militer yang merasa bahwa dia punya tugas menemput dan harus berhasil. sementara kader gerakan atas nama solidaritas dan tanggung jawab organisasi berhak menaga keamanan kader. jadi inget cerita legenda dua ajudan ksatria yang berebutuntuk menjaga tanggung jawab hingga mereka berduameninggal...